Silsilah Lengkap Marga Suku Nias
Dari Lowalangi hingga Marga-Marga — Berdasarkan Sumber Primer dan Tradisi Lisan
I. Asal Usul Kosmologis — Dari Lowalangi
Kepercayaan kuno Nias meyakini segalanya bermula dari Lowalangi, Sang Pencipta di langit sembilan. Dari pohon kehidupan Sigaru Tora'a, lahirlah sepasang dewa pertama:
| Tokoh | Peran |
|---|---|
| Tuhamoraangi Tuhamoraanaa | Dewa laki-laki pertama |
| Burutiraoangi Burutiraoanaa | Dewi perempuan pertama |
Cucu mereka, Dewa Sirao (Raja Tetehöli Ana'a), merupakan penguasa langit pertama sekaligus leluhur manusia di bumi Nias.
II. Putra-Putra Raja Sirao — Lima Leluhur Utama
Setelah sayembara tahta langit dimenangkan putra bungsu (Lui Mewona), putra-putra Sirao lainnya diturunkan ke bumi untuk memimpin wilayah-wilayah di Nias:
| Urutan | Nama Leluhur | Lokasi Pendaratan | Wilayah |
|---|---|---|---|
| Putra ke-6 | Hia Walangi Adu | Boronadu, Gomo | Nias Selatan-Tengah |
| Putra ke-7 | Gözö Helahela Danö | Hili Gözö, Lahewa | Nias Utara |
| Putra ke-8 | Daeli Sanau Talinga | Töla Maera, Idanoi | Nias Timur |
| Putra ke-9 | Hulu Börödanö | Laehuwa, Alasa | Nias Barat Laut |
| Cucu | Silögubanua | Muara Sungai Susua | Leluhur Zebua, Zai, Zega |
III. Hia Walangi Adu — Leluhur Nias Tengah-Selatan
Hia Walangi Adu menetap di Boronadu, Gomo. Ia dikenal sebagai pembawa peradaban hukum adat pertama di Nias. Dari garis keturunannya, lahir tokoh legendaris bernama Ho pada generasi ke-17.
IV. Koreksi Penting — Ho adalah Cucu Generasi ke-17
- Hia Walangi Adu
- Lölö Hia
- (Generasi ke-3 sampai 15)
- Bidaya Ohi
- HO ⚭ Nandrua
V. Duada Ho — Dua Jalur Keturunan
Ho (Duada Ho) memiliki dua istri yang menurunkan klan-klan besar di wilayah Gidö dan Idanoi:
1. Dari Istri Pertama: Gaweda Nandrua
2. Dari Istri Kedua: Buruti Lama
Menurunkan sembilan putra (Lukhu) yang menjadi leluhur marga: Harefa, Telaumbanua, Zendratö, Mendröfa, Laoli, Lase, dan Zalukhu.
VI. Asal-Usul Marga Ndraha — Kisah Sayembara Duada Ho
Ndraha lahir dari Totoazona (putri Ho) dan Bawa. Karena ayahnya meninggal sebelum menetapkan marga, Ndraha secara adat tidak memiliki identitas klan.
Untuk memberi cucunya tempat yang layak dalam struktur adat, Duada Ho mengadakan sayembara membawa kepala tetua beruban dari suku musuh. Keberhasilan Ndraha melakukan tugas mustahil ini membuatnya diakui secara resmi melalui pesta Owasa.
VII. Tujuh Anak Ndraha — Urutan Kelahiran
Berikut adalah tujuh putra Ndraha yang kemudian menyebarkan keturunan di berbagai wilayah Kecamatan Gidö Sebua:
- Ndraha Juga📍 Nifalo'olauru
- Ndraha Lawölö Luo📍 Hilizoi · Lölözarambua · Osala
- Ndraha Mangaraja📍 Desa Sirete
- Ndraha Fele📍 Desa Ohi'usö
- Ndraha Sawa Ana'a📍 Sinuwe Muzöi
- Ndraha Lukhu'ana'a📍 Sisobahili
- Ndraha Tuhegenaosi📍 Lölözasai